Rabu, 29 September 2021

Enam Contoh Tabel NOtasi Pseudocode dari Algorirma

Berikut enam contoh tabel notasi pseudocode dari algoritme 

1. Contoh Pseudocode untuk menginput tiga buah bilangan

Disini kita akan membuat pseudocode dengan menginput 3 bilangan dan menentukan bilangan terbesar, terkecil, dan rata-ratanya. berikut bentuk algoritma dalam Pseudocode:

If (A>B ; A>C) then Print “A paling besar” If (B>A ; B>C) then Print “B paling besar” Else Print “C terkecil” End if

  • Jumlah = A + B + C
    rata-rata = Jumlah / 3
    Output rata-rata

2. Contoh Pseudocode untuk mengubah satuan waktu

Disini kita akan mengubah waktu (detik, menit, dan jam) dimana dari detik ke stuan jam, dan ke satuan menit. untuk membuat Algoritma Pseudocode kita bisa memasukkan detik, menit = 60 detik, jam = 3600 detik, tampilkan menit, dan tampilkan jam.

Penulisan Pseudocode sebagai berikut:

 Read detik M = 60 s H = 3600 s Output M Output H

3. Contoh Pseudocode untuk menentukan bilangan ganjil dan genap

Sebelum kita membuat tulisan pseudocode, hal yang harus dilakukan adalah menginput sebuah bilangan, bagi bilangan yang tadi dimasukkan dengan angka dua, jika bilangannya menghasilkan sisa pembagian nol maka itu adalah genap, sedangkan jika bilangan tidak menghasilkan sisa pembagian 0 maka itu adalan bilangan ganjil.

berikut penulisan Pseudocode dalam menentukan bilangan genap dan ganjil:

Read Bilangan If bil mod 2 = 0  then, “Output Genap” Else “Output Ganjil” End if

4. Contoh Pseudocode menghitung bilangan prima dan bukan

Kita tahu bahawa bilangan prima adalah bilangan yang habis dibagi satu dan bilangan yang angkanya lebih besar dari 28 tidak memiliki kelipatan.

Deklarasi Ulang,Jumb,Sisa,Bilangan : Interger Hasil : String Deskripsisi Read (Bilangan) For (ulang = 1 to ulang <=bil.step1) sisa if (sisa=0) THEN jumB  <-jumB+1 Else jumb2) THEN Hasil <-(“Bukan bil prima”) Else Hasil <-(“Bilangan Prima”) Write (Hasil)

5. Contoh Pseudocode dalam menghitung nilai

Ketika kita memiliki sebuah tabel dan merupaka sebuah daftar nilai untuk murid atau siswa, seperti:

Nilai

Huruf

Ket

86 – 100

A

Lulus

71 – 85

B

Lulus

61 – 70

C

Lulus

51 – 60

D

Tidak Lulus

0 – 50

E

Tidak Lulus

Input:
Nim
Nama
MataPelajaran
Nilai(0-100)

Output:
Nim
Nama
Matapelajaran
Nilaiangka(0-100)
NilaiHuruf(A-E)

Algoritma:
Nim : String
Nilai_angka : Interger
Nilai_huruf : real
Nama : String
Matapelajaran : String

Tulisan dalam Pseudocode:

Deskripsi: Read Nim Read Nama Read Nilai IF Nilaiangka>= 0 AND Nilai_Angka<=50 THEN NilaiHuruf <- ‘E’ ELSE IF NilaiAngka>=51 AND NilaiAngka <=60 THEN NilaiHuruf <- ‘D’ ELSE IF NilaiAngka>=61 AND NilaiAngka <=70 THEN NilaiHuruf <- ‘C’ ELSE IF NilaiAngka>=71 AND NilaiAngka <=60 THEN NilaiHuruf <- ‘B’ ELSE IF NilaiAngka>=86 AND NilaiAngka <=60 THEN NilaiHuruf <- ‘A’ END IF IF NilaiAngka>=61 AND NilaiAngka<=100 THEN Ket <- “LULUS” ELSE IF NilaiAngka>=0 AND NilaiAngka<=60 THEN Ket <- “TIDAK LULUS” END IF WRITE NIM

6. Contoh Pseudocode untuk menampilkan 4 menu

Empat menu ter diri dari: Persegi empat, Lingkaran, dan Balok, untuk penulisan pseudocode sebagai berikut:

Deskripsi WRITE (MENU) WRITE (1.PERSEGI EMPAT) WRITE (2.LINGKARAN) WRITE (3.BALOK) WRITE (4.KE


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Enam Contoh Tabel NOtasi Pseudocode dari Algorirma

Berikut enam contoh tabel notasi pseudocode dari algoritme  1. Contoh Pseudocode untuk menginput tiga buah bilangan Disini kita akan membu...